Pemerintah Saudi Sebut Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji Berjalan Lancar dan Aman

WARTABANJAR.COM, MINA – Lebih dari 850.000 jamaah telah melaksanakan Tawaf Al-Ifadah pada Minggu malam di Makkah, ritual yang menandai hari-hari terakhir ibadah haji dan dimulainya perayaan Idul Adha bagi umat Islam di seluruh dunia.

Hari yang panjang itu dimulai dengan banyaknya jamaah yang melakukan lempar jumrah secara simbolis di Muzdalifah di bawah teriknya musim panas.

Rajam atau melempar jumrah adalah salah satu ritual terakhir haji, yang merupakan salah satu dari Lima Rukun Islam.

Hal ini terjadi sehari setelah lebih dari 1,8 juta jamaah haji berkumpul di sebuah bukit suci, yang dikenal sebagai Gunung Arafat (Arafah), di luar kota suci Makkah, yang dikunjungi jamaah Muslim untuk melakukan ibadah haji tahunan selama lima hari.

Tawaf Al Ifadah dilakukan oleh jamaah haji setelah kembali dari Mina.

Dalam konferensi pers pada Minggu malam, Kolonel Talal bin Abdulmohsen Al-Shalhoub, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi, mengatakan bahwa semua jamaah dengan selamat kembali ke tenda mereka di Mina setelah berangkat dari Muzdalifah.

Dia menekankan bahwa pasukan keamanan terus melakukan operasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan para Tamu Allah selama mereka tinggal di Mina, termasuk ritual mereka di Jembatan Jamarat dan di dalam Masjidil Haram.

“Layanan ini mencakup pengendalian dan pengelolaan massa di semua rute. menghubungkan akomodasi mereka di tenda, jembatan, dan Masjidil Haram, serta selama tawaf mereka. Saya mengimbau seluruh tamu untuk mematuhi secara ketat instruksi yang mengatur pertunjukan ritual mereka, ” ujarnya dilansir Arab News, Minggu (16/6/2024) malam WAS.

Peziarah melemparkan batu ke tiang dalam simbolis lempar setan, salah satu ritual terakhir haji, di Jamarat di Mina, dekat kota suci Makkah, pada 16 Juni 2024. (SPA)

Juru bicara tersebut juga mengimbau jamaah untuk tidak membawa barang pribadi saat menuju Jembatan Jamarat atau Masjidil Haram.

“Selanjutnya, saya menghimbau bagi mereka yang hendak meninggalkan Mina pada hari kedua Tashreeq agar mengikuti pedoman yang ditentukan,” imbuhnya.

Hari-hari Tashreeq adalah tiga hari setelah tanggal 10 Dzulhijjah, Idul Adha, dan dikenal dengan ritual melempari tiga rukun di Mina, melambangkan penolakan terhadap godaan dan kejahatan.

Namun, jamaah haji diperbolehkan meninggalkan Makkah sebelum matahari terbenam pada hari 12 Dzul Hijjah.