WARTABANJAR.COM - Sebuah video viral di media sosial berisi rekaman aksi sejumlah remaja wanita yang tengah makan di restoran cepat saji. Keempat gadis itu, makan di McDonald, restoran waralaba yang kini termasuk dalam target sasaran boikot lantaran dianggap mendukung Israel. Dalam video itu, keempat gadis ini terlihat sedang asyik menyantap makanan seperti ayam dan burger. Namun yang membikin geram, sambil menyantap makanan-makanan itu, gadis-gadis ini mengucapkan kata-kata tidak pantas. Video ini di antaranya diunggah oleh akun @memomedsos. Baca juga: Ria Ricis Laporkan Dugaan Pemerasan dan Pengancaman "Beredar video viral yang membuat geram publik di platform media sosial. Pada video itu terlihat sejumlah remaja perempuan sedang makan di sebuah restoran cepat saji," begitu narasi yang ditulis akun ini menyertai video yang diunggahnya. Disebutkan, video itu bikin geram lantaran para remaja ini membuat candaan soal tragedi kemanusiaan yang dialami orang-orang Palestina. Video itu diduga diunggah oleh salah satu remaja di video itu. Dalam video terlihat user name akun @chirenggs. Diduga akun itu merupakan pemilik dari video tersebut. Dalam video terlihat gadis yang mengenakan baju hitam menyebut 'makan tulang anak Palestina' kepada rekannya berbaju kaus putih yang tengah menggigit tulang ayam. Kemudian seorang lainnya yang mengenakan baju merah menunjukan makanan yang ia cocol ke saos ke arah kamera sambil berkata "Darah anak Palestina" disambut gelak tawa rekan-rekannya. Salah seorang lagi, juga mengenakan kaus putih, tangan kirinya memegang gelas berlogo McD, sementara tangan kirinya menunjuk sesuatu dalam piring yang ada di meja. "Ini daging, daging. Daging anak Palestina," ujarnya, juga disambut gelak tawa rekan-rekannya. Disambut ucapan rekannya yang menunjuk saus, "Ini bukan saus, ini darah anak Palestina". Video ini pun ramai menuai hujatan. Dari informasi yang dibagikan akun @memomedsos, setelah video ini viral akun dengan username itu sudah di-private. Belum diketahui di mana lokasi keempat remaja wanita itu. (ernawati) Editor: Erna Djedi