“Kita pastikan bangunan utama dapat selesai dibulan Agustus. Sedangkan bangunan penunjang lainnya kita sambil jalan saja,” ujarnya.
Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini memakan anggaran dari APBD sebanyak Rp121 miliar dengan sistem pengerjaan multiyears atau selama dua tahun dari 2023 sampai 2024.
“Bangunan bergaya rumah Banjar, dengan bubungan tinggi dengan luas 4 ribu meter persegi, serta bisa menampung sebanyak 3.000 jemaah,” kata Syamsul.
Harapnya pembangunan selesai sesuai dengan jadwal, sehingga masyarakat Kalimantan Selatan dapat segera menikmati manfaat dari Masjid yang lebih besar dan lebih memadai tersebut.
“Semoga bangunan ini menjadi simbol kebersamaan, perdamaian dan toleransi di Kalimantan Selatan dan sekitarnya,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







