Unesco Resmikan Subak di Tabanan Sebagai Percontohan Ekohidrologi

Pengakuan sebagai salah satu Ecohydrology Demonstration Site UNESCO, kata Sanjaya, merupakan wujud komitmen memajukan sektor pertanian di Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan Gede Sanjaya menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh masyarakat petani, khususnya petani Subak Bengkel.

Baca juga: Cek Fakta Prabowo Mengamuk pada Sri Mulyani

Subak Bengkel seluas 335 hektar selama ini telah memberikan kontribusi produksi padi organik dengan varietas mentik susu. Produktivitas padi itu sendiri sebesar 8 ton/hektare.

“Saya berharap demonstration site yang telah dilaksanakan di Subak Bengkel menjadi momentum berharga. Bukan hanya sebagai lokasi pengembangan dan pemeliharaan air, akan tetapi juga menjadi pusat pengkajian pelestarian budaya subak, pelestarian ekologi dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan pangan yang berkualitas,” ujar Sanjaya seperti dikutip Wartabanjar.com.

Baca juga: Pejuang Garis Dua Ungkap Rasa Bahagia Ketika Syahrini Umumkan Kehamilan

Pengakuan UNESCO ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian budaya lokal dan penerapan teknologi modern dapat berjalan beriringan. Hal itu untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.

Sanjaya berharap, lebih banyak masyarakat Tabanan khususnya generasi muda tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Hal itu agar budaya subak sebagai dasar pertanian di Bali tetap lestari menjadi warisan budaya adiluhung.