Unesco Resmikan Subak di Tabanan Sebagai Percontohan Ekohidrologi

Baca juga: Pejuang Garis Dua Ungkap Rasa Bahagia Ketika Syahrini Umumkan Kehamilan

Pengakuan UNESCO ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian budaya lokal dan penerapan teknologi modern dapat berjalan beriringan. Hal itu untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.

Sanjaya berharap, lebih banyak masyarakat Tabanan khususnya generasi muda tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Hal itu agar budaya subak sebagai dasar pertanian di Bali tetap lestari menjadi warisan budaya adiluhung.

Sementara itu, perwakilan UNESCO Rahmah Ellfithri menyampaikan selamat atas penetapan Subak Tabanan sebagai salah satu UNESCO Ecohydrology Demonstration Sites.

Baca juga: Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Maluku Utara

Ia mengapresiasi kekompakan semua pihak, yakni UMM yang memberikan dukungan saintifik. Demikian juga dari Bupati Tabanan dan Pemkab Tabanan yang mendukung implementasi metodologi ini.

Sementara Rektor UMM Profesor Doktor Nazaruddin Malik menjelaskan, dipilihnya Subak Desa Bengkel karena Tabanan dikenal sebagai lumbung padi, tidak hanya bagi Bali, tetapi juga secara nasional.

Subak sebagai upaya menjaga lingkungan air yang baik dengan sistem tata kelola berbasis irigasi, dikombinasikan menggunakan teknologi.

Baca juga: Warganet Ragukan Sosok Pegi DPO Kasus Vina Cirebon, Begini Tanggapan Hotman Paris

“Mudah-mudahan menjadi pelajaran serta menarik minat masyarakat khususnya anak muda untuk menjadi pelopor membangun tanah Indonesia dengan kembali ke gaya lokal kita yang kokoh dan luhung sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sektor pertanian kita agar produktivitasnya meningkat lebih baik,” ujar Nazaruddin. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko