“Disinilah modusnya, setelah mengaku mentransfer uang, oknum tersebut akan menghubungi pengelola Pokdarwis dan mengaku ada kelebihan transfer. Dan kemudian oknum tersebut akan meminta pengembalian kelebihan transfer tersebut. Yang mana sejak awal oknum ini tidak pernah mentransferkan uang yang dimaksud tadi,” tuturnya.
Dia pun menegaskan bahwa sejatinya Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel tidak pernah meminta uang sedikitpun kepada Pokdarwis jika ingin melaksanakan audensi atau kegiatan lainnya, karena Dinas Pariwisata telah memiliki dana tersendiri yang disiapkan setahun atau jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
Atas hal tersebut Muhammad Noor pun telah menyiapkan sejumlah tindakkan untuk menyikapi hal ini, salah satunya dengan memberikan imbauan kepada jajaran Pokdarwis di daerah untuk tidak menggubris dan melakukan konfirmasi jika ada kejadian kejadian serupa yang mengatasnamakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel.
“Jadi kita memiliki forum yang menghimpun persatuan Pokdarwis Kalsel, melalui forum tersebut kami telah mengimbau kepada kawan-kawan agar masalah ini tidak terulang, dan mengkonfirmasi melalui forum tersebut jika ada oknum yang mengatasnamakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Muhammad Noor pun berencana untuk membuat laporan ke bagian siber Polda Kalsel karena hal ini telah merusak nama baik instansi Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel dan keributan yang tidak diinginkan.
“Meskipun sampai saat ini tidak ada laporan dari korban, tapi kita tetap harus melaporkan bahwa instansi kita telah dicatutkan oleh oknum ini, dengan harapan agar kejadian ini tidak terulang. Jikapun dari pihak kami ingin melakukan audiensi kami akan memberitahukan melalui surat resmi,” tukasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







