Heri berharap melalui peresmian pesantren tersebut, komunitas dapat dibangun dan gotong royong dapat dikembangkan. “Kalau ada tempatnya (pesantren), orang pasti datang,” kata Heri lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali mengatakan bahwa pendirian pesantren tersebut bertujuan untuk memperluas nilai pendidikan dan dakwah Islam di Jepang, yang merupakan negara minoritas Muslim.
Peresmian pesantren itu dirangkaikan dengan kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Penggerak Kader Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) dan Pendidikan Menengah Kader Nahdllatul Ulama (PMKNU) yang diadakan oleh PCINU Jepang.
Menurut Achmad, peresmian pesantren dilakukan bersama dengan kegiatan pengkaderan agar para peserta pendidikan memperoleh spirit yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua PBNU KH Masyuri Malik, dalam sambutannya di Pesantren NU Koga, mendorong para jamaah untuk mempertahankan nilai-nilai Islam dan organisasi Islam yang melestarikan nilai-nilai tersebut, terutana NU.
Baca juga: Populasi dan Angka Kelahiran Menurun, Jumlah Rumah Kosong di Jepang Nyaris 4 Juta
“NU itu tidak butuh kita, kita yang butuh NU. Tentunya menjadi harapan kita semua nanti di akhirat kelak kita bisa berkumpul dengan orang-orang sholih, seperti Kyai Hasyim Asy’ari, pendiri NU,” katanya.
Kegiatan PD-PKPNU dan PMKNU menghadirkan sejumlah kyai dari Indonesia untuk memberikan sedikitnya 20 materi tentang Islam Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah. (Sidik Purwoko)

