Event Organizer Eurovision Song Contest Larang Bendera dan Atribut Pro-Palestina

Sejumlah artis dari Swedia dan negara Eropa lainnya akan berpartisipasi untuk menunjukkan dukungan mereka bagi warga Palestina.

Baca juga: DPR RI Minta Jepang Terima Petani Indonesia Belajar Smart Farming

Otoritas setempat telah meminta peningkatan keamanan termasuk melengkapi polisi dengan senapan mesin ringan dan bala bantuan dari Denmark dan Norwegia.

Malmo, kota terbesar ketiga di Swedia, adalah rumah bagi sekitar 360.000 orang yang berasal dari 186 negara, termasuk sebagian besar penduduk Palestina dan Muslim.

Pada 2022 Rusia dilarang mengikuti Eurovision yang diadakan di Turin, Italia, setelah negara tetangganya, Finlandia mengancam akan menarik wakil mereka kecuali jika negara tersebut dilarang karena tindakan Moskow menginvasi Ukraina.

EBU selaku penyelenggara bahkan melarang Rusia ikut ajang-ajang berikutnya.

Kemudian Islandia disanksi oleh EBU setelah wakilnya Hatari mengibarkan bendera Palestina selama penampilannya ketika kontes itu digelar di Israel pada 2019.

Baca juga: Kian Bersinar di Mancanegara, Lee Jung Jae Masuk Daftar A100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Versi Gold House

Pada Desember, dewan Masyarakat Penulis dan Komposer Islandia (FTT) secara terbuka meminta lembaga penyiaran publik Islandia RUV untuk tidak ambil bagian dalam kontes lagu tersebut “kecuali jika Israel ditolak berpartisipasi dengan alasan yangs ama seperti Rusia pada kompetisi terakhir.”

“Kita semua mempunyai kewajiban untuk mengambil sikap menentang perang dan pembunuhan warga sipil dan anak-anak yang tidak bersalah,” kata Direktur Jenderal FTT Stefan Eiriksson dalam surat terbukanya kepada RUV.

Final kontes Eurovision 2024 akan berlangsung pada 11 Mei menyusul kemenangan Swedia pada edisi 2023 dengan lagi Tatoo karya Loreen. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko