“Kecenderungan dunia atau banyak pihak itu tidak menginginkan harga minyak yang terlalu tinggi. Kalau kita amati selama 100 tahun, harga minyak itu sebenarnya cenderung rendah. Kalau spike itu karena ada seperti ini (tekanan geopolitik),” tambah Tutuka.
Tutuka mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.
Ia tidak akan mengambil keputusan yang tergesa-gesa karena kenaikan harga BBM akan berdampak pada segala lapisan masyarakat.
“Saya cenderung akan short term dulu. Kecuali akan ada hal yang luar biasa, nanti kita cek lagi. Jadi step by step kita amati terus perkembangannya,” pungkasnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







