WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Peristiwa lima orang pemancing tersambar petir di kawasan Waduk Riam Kanan, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar menghebohkan jagat maya. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/4/2024) sore itu menyebab dua orang jatuh ke Waduk Riam Kanan lalu meninggal dunia, sementara satu orang lainnya selamat dan dua lainnya mengalami luka-luka. Musibah yang tak terduga itu berawal ketika lima orang yang bernama Andi, Raffi Saputra, Heri, Sholihin dan Mamat, berencana pergi memancing di Desa Bunglai, Aranio, Kabupaten Banjar tepatnya di kawasan Pilak II, yakni pemancingan milik Setiawan. Sekitar jam 15.00 Wita, saat mereka memancing di lokasi tersebut, terdengar suara petir menyambar. "Setelah mendengar suara petir pertama, Sholihin menasehati Mamat untuk melepas joran. Saat itu, joran langsung dilepas oleh Mamat," ujar Kasi Humas Polres Banjar, AKP H Suwarji, Minggu (14/4/2024). [caption id="attachment_222323" align="alignleft" width="300"] Proses evakuasi korban yang tersambar petir dan tenggelam di Kawasan Waduk Riam Kanan, Desa Bunglai pada Sabtu (13/4/2024). Foto : Humas Polres Banjar[/caption] Berselang 5 menit kemudian, Mamat dan Sholihin kembali memasang joran lalu memancing lagi, namun Heri dan Raffi Saputra tidak memancing. Tak berselang lama, petir kembali bergemuruh di lokasi kejadian. "Pas petir kedua, Andi mendengar ada sesuatu yang jatuh ke air, lalu dia pergi untuk memastikan dan melihat mereka berempat jatuh ke air," tambahnya. Andi kemudian berusaha menarik Heri dan Raffi Saputra ke atas air dan berhasil menyelamatkan keduanya, namun Andi tidak lagi melihat keberadaan Mamat dan Sholihin. Sejak saat itu, dipastikan bahwa Mamat dan Sholihin jatuh dan tenggelam sementara Heri dan Raffi Saputra sedang mendapatkan perawatan medis. Usai peristiwa tersebut, tim SAR gabungan segera menuju lokasi kejadian pada Sabtu (13/4/2024) malam lalu mencari Mamat dan Sholihin hingga akhirnya keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 20 hingga 30 meter dari titik terakhir perkiraan korban tenggelam. (nurul octaviani) Editor: Yayu