Malaikat Jibril Turun Berikan Salam di Malam Lailatul Qadar

Yakni bulu (badan) merinding, lunak hatinya, dan menangis kedua matanya, semua itu karena disalami oleh malaikat Jibril.

Ibnu Katsir mengatakan:

فَلاَ يَزَالُوْنَ لَيْلَتَهُمْ تِلْكَ يَدْعُوْنَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَجِبْرِيْلُ لَا يَدعُ أَحَدًا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِلاَّ صَافَحَهُ وَعَلاَمَةُ ذَلِكَ مَنْ اِقْشَعَرَّ جِلْدُهُ وَرَقَّ قَلْبُهُ ودَمَعَتْ عَيْنَاهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ مُصَافَحَةِ جِبْرِيْلَ

Artinya, “Maka tak henti-hentinya para malaikat mendoakan orang mukmin laki-laki dan perempuan pada malam tersebut. Malaikat Jibril tidak meninggalkan salah satu orang mukmin kecuali menyalaminya. Sedangkan tanda-tandanya yaitu: bulu (badan) merinding, lunak hatinya, dan menangis kedua matanya, semua itu karena disalami oleh malaikat Jibril.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, [Daru Thaybah: 1999], juz 8, halaman 452).(nu online)

Editor Restu