Pasca Korban Tewas Digigit Ular Kobra, Petugas Damkar Bagikan Tipsnya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Maraknya penyebaran ular kobra di pemukiman warga akhir-akhir ini dirasa cukup meresahkan. Pasalnya hewan yang satu ini telah menewaskan Suriadi (63), warga Perumahan Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Wartabanjar.com yang melakukan wawancara langsung dengan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarpras Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Muhammad Kasyaf Ritaudin, S.STP, M.Si mendapat tips yang cukup bermanfaat jika masyarakat berhadapan dengan hewan berbisa ini.
"Langkah antisipasi apabila kita menemui ular berada di dekat atau di area sekitar kita, upayakan untuk tetap tenang dan jangan panik," kata Kasyaf pada Sabtu (30/3/2024).
Menurutnya, ada prosedur yang oleh petugas disebut dengan istilah 'Lakukan STOP' alias Silent, Thinking, Observe, dan Prepare. Kasyaf membeberkan, Silent atau Diam karena Ular sangat responsif dengan gerak.
"Dengan tidak bergerak, maka ular juga tenang," katanya.
Baca juga: Warga Desa Bincau Tewas Digigit Kobra, Begini Kata Damkar Setempat
Langkah kedua adalah Thinking atau Berpikir, ke arah mana kita akan menghidar. Artinya kita harus mempelajari dengan cepat bahaya-bahaya apa yang ada di sekitar kita.
Langkah berikutnya adalah Observe, yaitu mengamati apakah ular ini termasuk dalam golongan ular berbahaya, berbisa atau tidak. Perkirakan ukuran dan panjang. Apabila kita masih berada di jarak yang aman, sebagai bahan pengetahuan dan lebih mengenal ular yang ada di sekitar lingkungan kita.
"Upayakan mengambil dokumentasi/memfoto ular tersebut, namun pastikan setelah jarak kita cukup jauh dan aman," katanya.
Dan langkah terakhir adalah Prepare atau Persiapan. Persiapan di sini adalah langkah kita untuk menjauh atau melakukan pemindahan dengan peralatan.
"Upayakan jangan melakukan kontak langsung dengan Ular," tuturnya.
Sebagai informasi, ular masuk ke pemukiman dan rumah-rumah karena mengejar mangsa
seperti kadal, cicak, kodok, dan tikus. Oleh karena itu, selalu bersihkan rumah dan area lingkungan sekitar kita. Karena apabila ular mencium bau mangsa, maka ia akan mendekat dan mengejarnya.
Apabila tergigit ular tidak berbisa, lanjut Kasyaf, jangan panik dan usahakan untuk tetap tenang, pastikan ular tidak berbisa. Langkah berikutnya adalah membersihkan luka, menghentikan pendarahan, dan beristirahat.
Baca juga: Evakuasi Ular Kobra Sepanjang 4 Meter di Gambut
"Perlakukan luka seperti luka lecet sehingga tidak perlu di bawa ke rumah sakit, kecuali gigitan phyton yang menyebabkan luka sobek atau pendarahan hebat," katanya.
Apabila terkena gigitan ular berbisa menengah, kita harus membersihkan luka, mengamati perkembangan luka (bengkak, memerah di area lokal). Amati juga apakah si korban mengalami demam dan mual.
"Istirahat, hentikan kegiatan fisik sejenak. Beri asup gizi suplemen yang banyak seperti Madu, Susu, Telur, Tongseng, Sop daging dll," paparnya.
Namun jika terkena gigitan ular berbisa tinggi, kita harus tetap Tenang dengan menghentikan pergerakan di area gigitan.
"Lakukan pembidaian atau imobilisasi seperti penanganan patah tulang. Dan bawa ke rumah sakit yang tersedia serum anti bisa ular," pungkasnya. (Kamarullah)
Editor: Sidik Purwoko