WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Cara dan niat membayar zakat fitrah untuk anak bayi yang baru lahir.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan yang dilakukan pada bulan Ramadan dan sebaiknya sebelum salat Idulfitri.
Dalam hal ini, mereka yang diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah adalah beragama Islam, hidup dan sehat pada saat bulan Ramadan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idulfitri.
Melansir baznaz.go.id, Jumat (29/3/2024) zakat fitrah hukumnya wajib ini sesuai dengan hadist Ibnu Umar ra:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim).
Sebagai salah satu rukun Islam, tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk menyucikan jiwa, membersihkan harta sekaligus menjadi pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadan.
Selain itu, zakat fitrah juga dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu, membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya.
Apakah Anak Wajib Bayar Zakat Fitrah?
Merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), anak wajib dikeluarkan zakat fitrahnya bahkan bayi yang baru lahir pun asal lahirnya sebelum azan maghrib 1 Syawal (Idulfitri).
Zakat fitrah anak dibayarkan oleh orangtuanya dengan catatan apabila anak tersebut belum baligh.
Apabila sang anak sudah baligh dan memiliki penghasilan sendiri, maka zakat bisa diambil dari harta sang anak.
Namun apabila anak sudah baligh tapi belum mempunyai harta sendiri, maka zakat fitrah bisa ditanggung oleh ayahnya meskipun sang anak berada pada asuhan ibunya.
Besaran Zakat Fitrah
Besaran zakat fitrah baik anak-anak maupun dewasa adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per orang.
Para ulama membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma atau beras.
Apabila zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk nominal uang, maka besarannya menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.
Niat Zakat Fitrah untuk Anak
Berikut ini niat zakat fitrah untuk anak laki-laki dan perempuan yang perlu diketahui.
Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki:
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi (nama anak laki-laki) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
Niat zakat fitrah untuk anak perempuan:
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti (nama anak perempuan) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
Bayi Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrah atau Tidak?
Waktu wajib bayar zakat fitrah ini juga bisa menjadi dasar apakah bayi baru lahir juga wajib bayar zakat fitrah atau tidak.
Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya di YouTube menegaskan, bahwa siapapun yang hidup mulai adzan magrib saat malam Idul Fitri sampai khatib naik mimbar saat hari raya Idul Fitri maka wajib baginya membayar zakat fitrah.
Ini juga sama halnya berlaku pada bayi yang baru lahir.
Lebih jelas lagi, Ustadz Abdul Somad menerangkan, apabila seorang anak dilahirkan ketika malam hari raya, maka wajib untuk dibayarkan zakat fitrah untuknya, tetapi apabila anak tersebut lahir ketika khatib sudah naik ke atas mimbar, maka tidak wajib zakat fitrah baginya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







