Acil Odah Percepat Turunkan Stunting, Gaungkan Program 8.000 HPK

Hal ini sangat penting untuk menghindari kelahiran anak dengan stunting di masa depan. Namun, hasil surveilans gizi melalui SIGIZITERPADU di Provinsi Kalsel menunjukkan bahwa cakupan remaja putri yang mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah sebesar 55,91 persen dan remaja putri yang terindikasi anemia masih tinggi yaitu sebesar 34,25 persen.

“Pentingnya pencegahan stunting juga menjadi fokus kerja sama antara semua pemangku kepentingan dalam menangani masalah gizi di Indonesia,” ungkapnya.

Acil Odah juga berharap, melalui perluasan intervensi hingga 8000 HPK, Kiranya seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan stunting dapat lebih efektif dan efisien dalam menangani permasalahan stunting sehingga target nasional penurunan stunting 14 persendapat terwujud pada tahun 2024.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Ardiansyah menyampaikan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi pada pelaksanaan surveilans gizi dan melakukan sosialisasi 8000 HPK dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Adapun peserta kegiatan ini sebanyak 33 orang dan kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Direktorat Gizi dan KIA Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalsel, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kalsel. (Rls)

 

Editor : Hasby