Meskipun hanya bertemu secara virtual, para peserta tetap menerima pesan-pesan dari Dwi Larso dengan baik, termasuk apresiasi atas penyelenggaraan Mata Garuda Day. Di sisi lain, Sade menekankan terkait kehidupan dan belajar dengan mengutip perkataan Mahatma Gandhi, yaitu “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you will learn
forever.”
Sesi 1 bertajuk “Resonate World’s Concern and How to Solve It in Indonesia”. Sesi ini diisi oleh Wempi Saputra selaku Executive Director SEAVG The World Bank Group, Arrmanatha Nasir selaku Permanent Representative of Indonesia to the United Nations, dan Safari Kasiyanto selaku Senior Financial Expert di IMF.
Dalam menyelesaikan permasalahan di Indonesia, Wempi berpesan kepada para pelajar untuk mencari what, how, dan why dari masalah tersebut. Beliau juga menekankan terkait expert distinction, contohnya ahli kesehatan yang mengerti tentang energi.
Ranitya menjelaskan peran pemerintah dalam upaya peningkatan pelaku bisnis Indonesia yang meraih peluang di Amerika Serikat serta hal-hal yang perlu ditingkatkan, seperti literasi digital, infrastruktur, akses finansial, dan regulasi. Sebagai pengusaha di bidang fintech yang berkaitan erat dengan perizinan pemerintah, Windy dan Iwan menceritakan mudahnya pengalaman mereka dalam meningkatkan produktivitas melalui kerjasama dengan badan pemerintahan, seperti Balai Latihan Kerja.
Mereka juga menceritakan perjalanan mereka masing-masing dalam membangun usaha serta pelajaran yang mereka ambil darinya.
Baca juga: Kamtibmas Pasca Pemilu 2024 Berjalan Aman, Polri Ucapkan Terima Kasih ke Semua PihakStories of International Expansion from Indonesian FMCG Leaders”, menampilkan perjalanan Nurhayati Subakat dari PT Paragon Technology and Innovation, dan Frans B. S. Hutapea dari PT Kaldu Sari Nabati Indonesia dari startup lokal menjadi pesaing global. Kisah mereka menekankan pentingnya kesederhanaan, standarisasi, inovasi, dan pengembangan budaya perusahaan yang kuat untuk ekspansi global.
Di hari kedua, para peserta berkesempatan untuk berjejaring sambil menikmati situs-situs
bersejarah di Washington DC. Kombinasi sesi pendidikan dan imersi budaya menyediakan
platform komprehensif bagi para pelajar Indonesia di AS untuk terhubung, belajar, dan
terinspirasi. Mata Garuda Day 2024 telah menjadi wadah baru untuk kolaborasi internasional dan pertumbuhan, menunjukkan potensi tak terbatas dari para pelajar Indonesia di panggung global.
“Mari kita jaga nama baik Indonesia, LPDP, Universitas tempat kita menempuh studi, dan terus memaksimalkan potensi untuk berkontribusi bagi Indonesia.” Hafiza juga sangat mengapresiasi KBRI di Washington D.C. dan para sponsor yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. ***







