WARTABANJAR.FOM, BARITO KUALA -Sebentar lagi sejumlah daerah menggelar pesta demokrasi pilkada serentak 2024. Masing-masing kelompok juga sudah mulai menawarkannya secara konvensional. Akademisi UIN Antasari, Dr. Muhamad Pazri, SH., MH memaparkan sejumlah kriteria pemimpin khususnya menjelang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Barito Kuala. Praktisi Hukum Borneo Law Firm itu menggarisbawahi, pemimpin Batola harus orang yang visioner, progresif, panutan, mengayomi serta memahami kehendak rakyatnya.   Dari sisi geografis letak Batola sangat strategis, karena memiliki potensi ekonomi. Apalagi Batola didukung oleh sektor pertanian, perikanan, perdagangan, industri, dan pariwisata. Komoditas pertanian utama di Batola adalah padi, jagung, karet, kelapa sawit, dan sayur-sayuran. Batola juga memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, baik di sungai maupun di laut. Beberapa jenis ikan yang banyak ditangkap di kabupaten ini gikan patin, ikan baung, ikan gabus, ikan nila, dan ikan bandeng. Khusus produksi padi, Batola adalah tertinggi di Kalsel dan merupakan penyumbang terbesar untuk kebutuhan pangan Kalsel, maka dalam rangka kebutuhan pangan perlu meningkatkan produksi padi dengan tanam bergilir. Selain itu, peningkatan produksi padi juga dilakukan dengan mengembangkan lahan rawa menjadi kawasan produktif yang memiliki prospek. Demikian  juga dengan pengembangan teknologi padi apung untuk mengakselerasi produksi peningkatan pertanian masa depan. Menurut Pazri, Batola butuh pemimpin visoner dan progresif. Pemimpin itu adalah yang memiliki kemampuan dalam mengartikulasikan visi nyata, reliabel, memiliki gagasan dan menarik untuk masa depan. Sehingga itulah yang akan membuat percepatan dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. "Masyarakat Batola juga butuh sosok pemimpin yang bisa menjadi panutan. Artinya, mereka yang mau bekerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas dan mengesampingkan kepentingan keluarga maupun golongannya," kata Pazri seperti dikutip Wartabanjar.com.. Baca juga: Tak Banyak Yang Tahu Jenis-jenis Kurma dan Manfaatnya Lebih lanjut Pazri melihat di Batola banyak yang perlu diperbaiki, yakni kondisi geografis yang merupakan daerah rawa pasang surut. Kemudian, adanya kesenjangan status kesehatan masyarakat dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Kurangnya penyediaan pelayanan dan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Pendapatan petani masih tergolong rendah sebagai akibat dari rendahnya produktivitas lahan. "Oleh karena itu, pekerjaan rumah ke depan itu adalah bagaimana seorang calon bupati dan calon wakil bupati batola 2024 harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang prima," ucap Pazri. Pemimpin ke depan juga harus fokus dan  punya target kerja. Dia harus memahami kehendak masyarakat dan banyak berada di tengah masyarakatnya, sehingga persoalan di Batola, bisa diurai dan dituntaskan," lanjutnya. Pazri juga menambahkan Batola memerlukan gebrakan-gebraan dalam seperti pengembangan dan Peningkatan kualitas SDM berdasarkan pada IPTEK dan IMTAQ, membuat pembagian wilayah zona industri bisnis dan perkembangannya, peningkatan Investasi dan sebagainya. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko