WARTABANJAR.COM, PORT AU PRINCE – Konon, kabar mundurnya Perdana Menteri Haiti Ariel Henry lantaran ada mantan polisi yang menjadi pemimpin salah satu geng paling ditakuti di negara itu. Akibatnya, Ariel gagal meredam kerusuhan yang bergejolak di sana.
Siapa sebenarnya mantan polisi yang dimaksud hingga memberi ancaman yang berujung mundurnya PM Ariel Henry.
Mundurnya Ariel tentu mengagetkan banyak pihak lantaran gagal meredam kerusuhan di negeri tersebut. Konon, kegagalan Ariel itu lantaran ada mantan polisi yang menjadi pemimpin salah satu geng paling ditakuti di negara itu.
Pria yang bernama Jimmy “Barbecue” Cherizier ini menggambarkan dirinya sebagai seorang revolusioner. Ia mengaku ingin menyapu bersih elite di negara yang dilanda krisis tersebut.
Sebagai ketua aliansi geng yang dijuluki “keluarga G9”, Barbecue yang berusia 46 tahun telah menjadi wajah dari kekacauan dan kekerasan yang melanda Haiti. Negara Karibia tersebut kini terjerumus ke dalam kekacauan politik dan kemanusiaan yang mendalam.
Awal bulan ini, para geng bersenjata di Haiti mengumumkan akan bergabung melawan pemerintah dan menyerang bandara, akademi kepolisian, dan penjara, tempat ribuan narapidana dapat melarikan diri.
“Tidak mungkin sekelompok kecil orang kaya yang tinggal di rumah megah memutuskan nasib orang-orang yang tinggal di lingkungan kelas pekerja,” kata Barbecue seperti dilansir Wartabanjar.com Selasa (5 Maret),
“Kita semua harus bersatu. Haiti akan menjadi surga bagi kita semua, atau menjadi neraka bagi kita semua,” tambahnya.
Baca juga: Kemenag Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap Ii Besok
Ia juga mengancam bakal terjadi perang saudara kecuali Perdana Menteri Ariel Henry mengundurkan diri.
Pada tahun 2022, sebagai ketua aliansi geng G9, Barbecue memblokir terminal bahan bakar Haiti selama berminggu-minggu, sehingga melumpuhkan distribusi bensin dan memperburuk kondisi negara tersebut.
Pengepungan terminal BBM ini menimbulkan seruan bagi pasukan multinasional untuk turun tangan guna membantu polisi Haiti yang kewalahan memulihkan keadaan. Namun, pasukan asing yang telah lama ditunggu-tunggu belum bisa dikerahkan di tengah perselisihan hukum.








