Menag juga berharap jemaah tetap menggunakan travel selama perjalanan haji, sehingga semua bisa dipantau dan dilayani dengan baik, serta menghindari agar di sana tidak terlantar.
Dubes Arab untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi merasa senang dengan persiapan haji yang dilakukan Indonesia, apalagi jemaah Indonesia juga mendapat tempat terbaik di Mina.
Ia juga berharap kuota yang diberikan Pangeran Arab kepada Presiden Jokowi bisa mengurangi antrean keberangkatan haji.
Karena itu, ia mengusulkan untuk membuat tim khusus yang terdiri dari pemerintah Arab dan Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah serta mencari solusi cepat terkait penyelenggaraan haji 2024.
“Saya mengusulkan dibuat tim dari kami dan Kemenag. Kami mengharap bisa menyelesaikan hal-hal seperti itu. Saya kira Kemenag sudah berpengalaman. Sekecil apapun bisa diselesaikan agar efektif dan harus bekerja lebih intensif,” ujar Faisal.
Sementara terkait visa Mujamalah, Faisal pun setuju dengan Menag.
Ia memastikan bahwa jemaah yang ingin mendapatkan visa Mujamalah harus juga membeli paket perjalanan.
“Membeli dulu paket perjalanannya baru mendapat visanya. Ini menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga,” tegasnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







