Kisah Seorang Dokter Yang Jatuh Cinta Pada Kopi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pecinta kopi di tanah air memang tak terhitung jumlahnya karena memang minuman yang mengandung kafein ini cukup digemari oleh masyarakat tanah air. Selain bisa meningkatkan semangat kerja, dengan minum kopi bersama rekan kerja bisa mempererat silaturahmi.
Tak pelak jika ada seorang dokter yang sampai tertarik untuk menekuni dunia perkopian ini. Sebutlah nama Abdi Ahmadi, seorang dokter bedah di Banjarbaru.
Dalam sebuah wawancara dengan wartabanjar.com, Abdi menceritakan tentang perjalanan hidupnya dari praktik medis, mengajar hingga tersangkut ke industri kopi.
Karena kecintaannya terhadap kopi membuat Abdi tertarik untuk mendalami, bukan hanya sebagaj penikmat tetapi juga menjadi pengusaha kopi.
"Saya memulai perjalanannya dengan membuka kedai kopi di Banjarbaru dan Banjarmasin," katanya membuka percakapan.
Baca juga: Tunggu 10 Tahun agar Hamil, Wanita Palestina Ini Kehilangan Bayi Kembarnya Akibat Bom Israel
Tak berhenti sampai di situ, Abdi malah ingin masuk lebih dalam ke dunia perkebunan kopi dengan membuka perkebunan di Kalimantan dan memperluas jejaknya dalam rantai pasok kopi.
Meski sudah mendalami bisnis kopi, Abdi tetap bekerja sebagai tenaga medis. Dirinya juga menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
"Beberapa kali saya juga menjadi narasumber dan pembicara dalam berbagai kesempatan," ujarnya..
Buah ketekunan dan kecintaan pada profesinya itulah yang menjadi kunci kesuksesan Abdi. Dia tidak hanya bermimpi, tetapi juga bertindak untuk mewujudkan impian tersebut.
Saat ini Abdi juga sedang merencanakan langkah selanjutnya dalam mengembangkan bisnis kopi, dengan fokus pada ekspansi pasar ekspor.
"Saya sedang merencanakan untuk ekspansi kopi nusantara ke luar negeri. Kita lihat antusiasme luar negeri pada produk kopi tanah air seperti apa ," katanya.
Kisah Abdi Ahmadi menginspirasi kita semua agar mengikuti passion kita dan berjuang keras untuk meraih impian. Dengan konsistensi dan dedikasi, kita bisa mencapai apa pun yang kita inginkan, seiring dengan memperoleh hasil yang sepadan dengan perjuangan kita. (Kamarullah)
Editor: Sidik Purwoko