WARTABANJAR.COM, JAKARTA Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai, Program Makan Siang Gratis, sangat prematur.

Karena kinerja APBN yang mulai pulih akan diobrak-abrik oleh program makan siang gratis yang dipaksakan.

Jika dilihat dari kinerja APBN, defisit APBN 2023 mengalami koreksi dibandingkan 2022, yaitu 1,65% dari PDB atau senilai 347,6 T. Namun tetap saja, defisit anggaran tersebut menunjukan adanya selisih antara pendapatan dan belanja yang berdampak pada sempitnya kapasitas fiskal Pemerintah Pusat dalam mengembangkan program baru.

"Defisit APBN berkorelasi dengan rencana program pemerintah untuk menyelenggarakan makan siang gratis dengan anggaran   mencapai Rp 450 trilyun," tulis Bernard, peneliti Anggaran Publik Seknas FITRA yang dikutip WARTABANJAR.COM.

Menurutnya, Program Makan Siang Gratis ini berdampak pada pemotongan atau mengorbankan program lainnya. Hal ini menjadi pertanyaan berikutnya, program pemerintah mana yang akan dikorbankan untuk memuluskan rencana makan siang gratis ini? Apalagi muncul wacana akan menghapuskan subsisi energi seperti listrik dan BBM untuk menutupi anggaran makan siang gratis, sebab alokasi i anggaran subsidi energi Rp 350 triliun.

"Sekalipun wacana kenaikan BBM dan tarif Listrik telah ditolak Menteri ESDM, tetap saja rakyat harap-harap cemas, karena narasi subsidi tidak tepat sasaran selalu menjadi dalih pemerintah untuk mengurangi subsisi BBM dan Listrik yang berdampak pada kenaikan anggaran," katanya lagi.

Pernyataan pragmatis ini berpotensi menegasikan atau mereduksi program prioritas lainnya di dua fungsi tersebut. Anggaran fungsi Pendidikan  senilai Rp 655 T. Sedangkan anggaran fungsi Perlindungan Sosial senilai Rp 496 T.

"Patut dicermati, bahwa masing-masing fungsi tersebut telah memiliki program-program prioritas. Alokasi anggaran fungsi Pendidikan sudah diplot untuk bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), beasiswa, Program Indonesia Pintar (PIP),  Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan program lainnya," tuturnya.

Baca juga: 11 Pati-Pamen Polri Dimutasi, Ada Kapolda Gorontalo Hingga Dirintel Densus 88