“Kaget banget dijawab cepat dan dapat appointment besoknya jam 11.30 siang. Cepat-cepat beli first flight ke Singapura bersama suami dengan harapan ada secercah berita baik. Hari Jumat 15 Desember 2023 tibalah di Singapura, check in hotel, sempatin istirahat dan ke klinik dr. T di daerah Novena,” sambungnya.
Alice Norin langsung menjalani USG di Singapura dan disarankan melakukan MRI serta PET scan untuk melihat lebih detail kondisi rahim, sehingga dapat diambil langkah tepat untuk tindakan.
“Akhirnya dijadwalkan MRI di hari yang sama dan PET scan di hari berikutnya. Senin kita diminta balik lagi untuk dibacain hasil scan-nya. Setelah MRI Scan kita berusaha mengalihkan kekhawatiran dengan makan di luar sekalian jalan-jalan menghabiskan waktu,” jelasnya.
“Sabtu 16 Desember 2023 hari aku PET scan, puasa dulu, ke lab dan jujur takut setengah mati karena PET Scan ini adalah mesin yang paling sering digunakan untuk mendeteksi kanker dan untuk evaluasi treatment kanker. Enggak pernah kepikiran di usia aku yang masih 30-an sudah harus melakukan scan ini tapi aku tetap semangat dan tegar,” terang Alice Norin.
Alice Norin sempat mengungkapkan, bahwa kankernya juga berasal dari faktor genetik ibunya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







