WARTABANJAR.COM, PYONGYANG – Ketegangan dua negara bertetangga, Korea Selatan dan Korea Utara, terus berlanjut.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, bahkan sesumbar tidak akan ragu menggunakan seluruh kekuatan militer memusnahkan musuh, jika ada di antara mereka yang menggunakan kekerasan untuk melawannya.
“Jika musuh berani menggunakan kekuatan terhadap negara kami, kami akan membuat keputusan berani untuk mengubah sejarah dan tidak ragu menggunakan seluruh kekuatan super kami untuk memusnahkan mereka,” di kutip dari KCNA, Minggu, 11 Februari 2024.
Kim melontarkan komentar tersebut saat berkunjung ke kementerian pertahanan Pyongyang, pada Kamis pekan lalu.
Baca juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Kalsel, Berpusat di Hantungun dan Pengaron Kabupaten Banjar
Mengumpulkan tentara untuk menegakkan ideologi Partai Pekerja yang berkuasa dan membela negara dengan nyawa mereka.
Kim mengulangi sumpahnya untuk tidak pernah mengadakan dialog atau negosiasi dengan Korea Selatan.
Menurutnya, Korsel adalah musuh nomor satu negaranya, dan mengatakan kebijakan kesiapan militer yang kuat adalah satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian dan keamanan bagi Korea Utara, kata KCNA.
Kim menyatakan pada pertemuan besar partai yang berkuasa pada akhir tahun 2023 bahwa reunifikasi secara damai tidak mungkin dilakukan dan negaranya sedang melakukan perubahan kebijakan dalam cara menangani Korea Selatan, yang merupakan perubahan besar dalam mendefinisikan kembali hubungannya dengan Seoul.
Menurut laporan tersebut, KCNA mengatakan Kim melakukan kunjungan ke kementerian pertahanan bersama putrinya Ju Ae. Para analis meyakini Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan negaranya. (berbagai sumber)