Menlu Retno Tagih Komitmen Malaysia Berinvestasi di IKN
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menagih Malaysia untuk mengimplementasikan komitmen investasi dari para investor negaranya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menlu Retno mengatakan bahwa Indonesia telah menerima 11 Letter of Intent (LoI) atau surat ketertarikan investasi dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam proyek IKN.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad bin Hasan, kata Menlu, Indonesia meminta komitmen dari Malaysia untuk segera merealisasikan investasi dari 11 LoI yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim belum lama ini.
Hasan melakukan kunjungan ke Indonesia, bertemu secara empat mata dengan Retno sekaligus melakukan kunjungan kehormatan ke Istana Merdeka untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (6/2).
Baca juga: Sah, Perda Pelindungan dan Pemberdayaan Koperasi Disetujui Pemprov Bersama DPRD Kalsel
Retno menyatakan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu yang cukup besar di kawasan Asia Tenggara. Maka hal itu harus dioptimalkan, termasuk investasi ke IKN.
"Malaysia investasinya cukup besar di beberapa bidang. Tetapi yang paling terakhir adalah pada saat Pak Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia, itu ada 11 LoI untuk kerja sama dalam membangun IKN. Waktu bilateral dengan saya, saya juga sampaikan perlu segera 11 LoI ini segera diimplementasikan untuk IKN," papar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).
“Paling terakhir [komitmen investasi] adalah saat Pak Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia, itu ada 11 LoI untuk kerja sama dalam membangun IKN. Tadi waktu bilateral, saya juga sampaikan perlu segera 11 LoI ini dalam bentuk investasi untuk segera diimplementasikan untuk IKN,” kata Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/2/2024).
Sekadar informasi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan serah terima 11 LoI dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (9/1/2023) di Istana Kepresidenan Bogor.
Retno menyatakan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu yang cukup besar di kawasan Asia Tenggara. Maka hal itu harus dioptimalkan, termasuk investasi ke IKN.
"Malaysia investasinya cukup besar di beberapa bidang. Tetapi yang paling terakhir adalah pada saat Pak Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia, itu ada 11 LoI untuk kerja sama dalam membangun IKN. Waktu bilateral dengan saya, saya juga sampaikan perlu segera 11 LoI ini segera diimplementasikan untuk IKN," papar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).
Retno juga mengatakan dalam pertemuan Hasan dan Jokowi dibahas juga mengenai nasib pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Pemerintah Indonesia mendorong agar dibentuk segera Community Learning Center (CLC) di kawasan Semenanjung Malaysia. CLC sendiri sudah ada di Sabah dan Sarawak.
"Mengenai PMI terutama yang kami bahas adalah mengenai hak pendidikan, education bagi anak-anak PMI tersebut. Selama ini sudah ada CLC yang ada di Sabah dan Serawak, yang kita mintakan agar community learning center ini itu juga dapat diadakan di Semenanjung," ungkap Retno.
Pihaknya juga mengingatkan kembali bahwa kedua pemimpin sudah bersepakat untuk mengadakan special bilateral mechanism yang khusus membahas mengenai masalah pekerja migran. Hal ini harus segera berjalan.
"Jadi saya ingatkan perlu agar special bilateral mechanism ini segera berjalan," ujar Retno. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi