Seperti kegiatan Tabligh Akbar dan doa bersama.
Kegiatan ini untuk bersilaturahmi sekaligus memohon nasehat-nasehat dari para Habaib, Alim ulama dan Guru agama serta para dewan penasehat Barito.
Dia ingin timnya lebih dari sekadar sebagai klub profesional, namun juga klub yang berkarakter dan menginspirasi.
“Maka sebab itu setiap ada kegiatan kami selalu berupaya pada alim ulama bersama-sama kami untuk tetap membentuk nilai-nilai karakter moral dan akhlak masyarakat,” ucapnya.
Pada BRI Liga 1 2023/24 ini Barito Putera mengawali musim dengan cukup baik. Di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan tim berhasil bersaing di posisi empat besar.
Namun menuju akhir putaran pertama Laskar Antasari mulai dihadapkan masalah konsistensi.
Tim saat ini tertahan di posisi ke-8 klasemen sementara dan sedang mencari jalur untuk kembali ke papan atas.
Hasnuryadi Sulaiman mengatakan Barito melewati seluruh tantangan ini dengan bersama-sama sebagai sebuah keluarga.
“Ini adalah keluarga, menang dan kalah adalah sebuah kehendak Allah,” ucapnya.
Selama ini Barito eksis di sepak bola Indonesia karena terkenal dengan kekeluargaan yang kuat.
Saat berprestasi maka akan dirayakan bersama, namun saat susah akan ditanggung bersama.
Secara prestasi di kompetisi memang masih harus bersabar, namun klub juga mengukir prestasi di bidang lain.
Salah satunya adalah terpilihnya tiga pemain muda produk binaan klub ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U20.
Tiga pemain mudanya mendapat panggilan dari timnas, yaitu, Muhammad Iqbal Gwijangge, Alexandro Felix Kamuru dan Aimar Mohama.
Menurutnya, capaian ini sesuai dengan keinginan Almarhum kedua orangtuanya untuk bisa melahirkan pemain berbakat sebanyak-banyaknya untuk Timnas Indonesia.
Dia pun merawat klub ini bak sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi misi bersama.
“Abah dan mama adalah orangtua kami semua yang ada di tim. Yang lebih muda dari saya saya anggap adik, yang lebih tua saya anggap kakak saya,” ujar Hasnuryadi Sulaiman. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







