Jangan Menunggu Tua! Kenali dan Kendalikan Hipertensi Sebelum Terlambat, Begini Saran Dokter

WARTABANJAR.COM – Beredar mitos di masyarakat bahwa hipertensi hanya dapat terjadi pada usia tua.

Sebenarnya informasi tersebut tidak benar. Semakin tua usia seseorang, risiko terjadinya hipertensi memang semakin tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan hipertensi juga terjadi pada usia muda.

Sebetulnya, apa itu hipertensi?

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU daam tulisannya yang dirilis di laman Kemenkes menyebutkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Dalam bahasa awam, hipertensi dikenal sebagai tekanan darah tinggi atau tensi tinggi. Selain faktor keturunan, hipertensi primer dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat atau kondisi kesehatan tertentu (diabetes, obesitas).

“Saya tidak ada keluhan apa-apa dok, tapi kok tekanan darah saya tinggi?” Begitulah sebagian besar kasus hipertensi memang tidak bergejala.

Namun, tidak bergejala bukan berarti tidak berbahaya. Hipertensi lama-kelamaan dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi, di antaranya stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin, karena hanya dengan pengukuran sajalah kita bisa mengetahui tekanan darah kita normal atau sudah tergolong hipertensi.

Pemeriksaan rutin direkomendasikan bagi semua orang berusia lebih dari 18 tahun, sementara bagi usia lebih dari 50 tahun, pengukuran harus lebih sering.

Pengukuran menggunakan tensimeter, dalam posisi duduk nyaman, kaki menapak di lantai dan tidak menyilang, lengan yang akan diukur diletakkan setinggi dada.

Tidak konsumsi kafein, merokok, atau berolahraga minimal 30 menit sebelum pengukuran.

Sebelum pengukuran, minimal sudah duduk sekitar 5 menit dan pasien dalam kondisi tenang, sudah mengosongkan kandung kemih (sudah buang air kecil), dan tidak berbicara saat pengukuran berlangsung.

Pakaian tidak ketat dan pemasangan manset tensimeter harus pas.

“Tekanan darah saya 160/100 mmHg. Tapi saya tidak pernah berobat karena saya dengar hipertensi tidak bisa sembuh.”

Hipertensi memang merupakan penyakit kronis, atau penyakit menahun, yang umumnya tidak bisa sembuh total.

Namun demikian, hipertensi harus kita kendalikan supaya tidak terjadi komplikasi di tubuh kita.

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh pengidap hipertensi:

Kurangi asupan garam. Tidak hanya garam meja, tetapi juga makanan-makanan yang kandungan garamnya tinggi, seperti makanan cepat saji (burger, pizza), makanan berpengawet, keju, mentega, dan makanan kemasan (kerupuk, keripik).

Perbaiki pola makan. Kurangi makanan tinggi lemak, termasuk makanan yang digoreng. Perbanyak asupan serat seperti sayur dan buah-buahan.