WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kabar tak sedap menerpa Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru. Pasalnya, sejak kemarin ramai di pemberitaan baik di media online maupun media sosial yang menyampaikan bahwa Bandara Internasional Syamsudin Noor dinilai menjadi salah satu bandara terburuk di dunia. Hal ini berdasarkan survei yang yang dilakukan AirHelp Inc Bandara Internasional Syamsudin Noor ini berada di peringkat paling rendah, yakni di peringkat 194 dan AirHelp memberikan skor 6,39 untuk bandara ini. Menanggapi hal tersebut, Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Syamsudin Noor, Iwan Risdianto menyatakan sudah melakukan koordinasi terkait isu tersebut dengan kantor pusat. Baca juga: Timnas Indonesia TC di Turki, Ini Menu Perdana Latihan di Suhu 16 Derajat Celcius "Kita sudah berkoordinasi dengan kantor pusat dan melakukan analisis data," ujarnya saat dihubungi wartabanjar.com pada Jumat (22/12/2023) Tak hanya itu, ia juga menyampaikan beberapa apresiasi dan data komplain yang diperoleh ke kantor pusat. Perlu diketahui, Bandara Internasional Syamsudin Noor pernah mendapat pengakuan dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sebagai Bandara Terbaik Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI) 2023. Tidak hanya itu, melalui pengembangan infrastruktur dan layanan tersebut, Bandara Internasional Syamsudin Noor berhasil mendapatkan pengakuan dari Airports Council International (ACI) sebagai salah satu dari 73 bandara di dunia pada kategori The Voice of the Customer in Asia Pacific pada 2022. "Pengelola bandara patuh dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik sesuai dengan standar aturan yang berlaku di Indonesia maupun secara internasional," tambah Iwan. Terkait masuknya Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai bandara terburuk di dunia versi AirHelp, AP I, Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Rahadian D. Yogisworo melalui Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Syamsudin Noor, Iwan Risdianto, menyebutkan bahwa bandara ini baru saja dikembangkan. Dengan menambah kapasitas penumpang yang sebelumnya hanya 1,5 juta penumpang per tahun menjadi 10 juta per tahun. Kendati demikian, pihak Angkasa Pura menjadikan penilaian ini sebagai motivasi meningkatkan pelayanan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. (nurul octaviani) Editor: Erna Djedi