Kepala Desa Telaga Langsat, Rudi Cahyo Purnomo mengatakan bahwa sampai saat ini jumlah anak stunting di Desa Telaga Langsat hanya menyisakan satu anak dari 25 anak pada tahun 2022.
“Kami menaruh perhatian yang besar terhadap penanganan dan pencegahan stunting, kami juga mencetuskan ide gerakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hijau dengan salah satunya memanfaatkan tanaman daun kelor,” kata Rudi.
Sementara itu, Gentry Yuliantono juga memberikan apresiasi terhadap penanganan stunting di Desa Telaga Langsat dan berharap pada akhir tahun angka stunting sudah nihil.
“Sisa satu anak ini diharapkan bisa terus diintervensi sehingga tahun ini ditutup dengan tidak adanya lagi anak yang stunting di desa ini,” harap Gentry Yuliantono.
Pada kesempatan ini, Gentry Yuliantono juga melaunching Sistem Informasi Administrasi Digital (Siam Adil) milik Pemerintah Desa Telaga Langsat yang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Tanah Laut. (ernawati/mc)
Editor: Erna Djedi







