“Kalimantan Selatan memiliki kurang lebih 600 orang dari 1.200 sejak dibentuk pertama kali tahun 2004 lalu yang selalu siap siaga dalam menghadapi bencana yang terjadi, kalian akan mengawal Kawasan Siaga Bencana, Kampung Siaga Bencana, Lumbung Sosial,” ucap Murjani.
Adapun Di Kalsel telah dibentuk Kawasan Siaga Bencana (2 Kabupaten dan 19 Kecamatan), Kampung Siaga Bencana (22 KSB di 10 Kabupaten dan Kota), Lumbung Sosial (30 lokasi di 10 Kabupaten dan Kota).
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos Kalsel Rizdie Prima Surya mengatakan Maksud Kegiatan adalah menyiapkan tenaga-tenaga pemuda dari unsur masyarakat untuk menambah keterampilan dan kemampuan dibidang kebencanaan utamanya sebagai Relawan Sosial yang berasal dari masyarakat dalam penanggulangan bencana.
“Membantu masyarakat agar memahami kemampuan diri dan kondisi lingkungannya terutama yang berkaitan dengan kerawanan terhadap bencana,” ucap Rizdie.
Selain itu, juga membantu masyarakat agar menyadari bahwa keberadaan peristiwa dilingkungannya yang dapat menimbulkan bencana merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungan tersebut maupun dari kehidupan dan penghidupannya sehingga menumbuhkan sikap menerima dan memahami kenyataan ini.
Tujuan sendiri tersedianya tenaga-tenaga terampil di bidang Pendampingan Sosial bagi korban bencana alam maupun sosial dan Non alam di Kabupaten/Kota serta tertanganinya korban bencana dengan cepat, terarah, terpadu serta akuntabilitas.







