IDF Rekrut Arab Israel Jadi Tentara, Diduga Sebagai Taktik Pecah Belah

Hukum Israel tidak memaksa orang Arab Muslim, Kristen, atau Badui untuk mendaftarkan diri sebagai pasukan IDF, namun dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, jumlah pria dan wanita Arab Israel yang mendaftar ke IDF meningkat drastis.

“Merupakan suatu kehormatan, memegang senapan serbu di satu tangan dan Alquran di tangan lainnya untuk membela tanah air saya, Israel” kata Sersan Emad, pemuda Arab Israel.

Ashraf Ashkar, seorang Arab Israel berusia 35 tahun, juga mengatakan bahwa teman-temannya bertugas dalam IDF di wilayah yang mendapat serangan Hamas 7 Oktober lalu.

“Saya berbicara dengan mereka sepanjang waktu, saya punya teman, seorang Arab, yang bergabung dengan cadangan minggu lalu,” ungkap Ashkar.

Presiden Israel, Izaac Herzog mengungkapkan kebanggaan dan rasa salut bagi mereka yang mau mendaftar sebagai pasukan IDF.

Sebagian dari orang Arab Israel merasa memiliki dan setia terhadap Israel yang menjadi pendorong mereka bergabung dengan IDF.

Pasukan tentara Israel (IDF) Brigade Golani sedang bertugas saat serangan Hamas belum lama ini. Foto ini diunggah di Facebook Israel Defence Forces (IDF) pada 25 Oktober 2023 lalu. Foto: Facebook/Israel Defence Forces

“Karena ini adalah tanah air saya, saya adalah bagian dari negara ini dan saya ingin berkontribusi,” ungkap Sersan Sami Heib, pria 20 tahun.

“Fakta bahwa saya berasal dari kelompok minoritas mungkin menjadi alasan mengapa IDF memperlakukan saya lebih istimewa, karena mereka ingin saya merasa diterima di sini,” imbuhnya.

Sejumlah perwira Arab Israel juga menerima penghargaan ‘Pujian Pelayanan Terbaik’ pada Upacara Hari Kemerdekaan’ tahun lalu.

Tentara IDF lainnya yang juga bersuku Arab, Perwira Anas Safedi mengatakan dia beragama Islam, dibesarkan dengan nilai-nilai Islam, dan nilai-nilai itu mengajarkannya bahwa kesetiaan terhadap tanah air adalah sesuatu yang sakral dan merupakan suatu kewajiban.

“Inilah sebabnya saya membawa senjata saya untuk membela Israel,” katanya.
Alasan IDF Rekrut Orang Arab Israel

IDF disebut sangat ahli untuk menjalankan strategi perekrutan anggotanya, di antara misinya adalah merekrut sebanyak mungkin warga Arab Israel.

Pandemi Covid-19 memainkan peran penting untuk IDF menarik hati masyarakat Arab di Israel.

Pasukan tentara Israel (IDF) Brigade Golani sedang bertugas saat serangan Hamas belum lama ini. Foto ini diunggah di Facebook Israel Defence Forces (IDF) pada 25 Oktober 2023 lalu. Foto: Facebook/Israel Defence Forces

“Selama pandemi, tentara IDF dikerahkan untuk mengantarkan makanan dan obat-obatan kepada orang lanjut usia dan orang sakit. Mereka mengambil bagian dalam kampanye kesadaran akan virus corona dan kemudian membantu mendirikan pusat vaksin dan sebagainya. Upaya IDF sangat dihargai oleh warga Muslim yang tinggal di desa dan kota tersebut. Bisa dibilang faktor ketakutan telah hilang, karena masyarakat dapat melihat dengan mata kepala sendiri betapa tanpa lelahnya IDF bekerja untuk menjaga seluruh penduduk Israel,” ungkap pejabat senior IDF.

“Zaman telah berubah, generasi muda Arab Israel lebih sadar akan apa itu IDF dan apa yang dapat ditawarkan kepada mereka dalam hal peluang karir di angkatan bersenjata atau pendidikan lebih lanjut pasca-tentara. kehidupan. Masyarakat ingin bergabung dengan tentara untuk memperbaiki keadaan mereka dan pada saat yang sama mereka ingin berkontribusi dan memperkuat keamanan negara mereka, Israel,” kata pejabat senior IDF dari Direktorat Ketenagakerjaan.

IDF terus melakukan upaya penjaringan pasukan besar-besaran dengan menyebarkan undangan ke para pemuda Muslim di Israel melalui berbagai sarana media sosial. (berbagai sumber)

Editor: Yayu