“DIY telah memiliki tiga warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, yaitu keris, wayang, dan batik. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menghidupkan warisan budaya tak benda ini dalam berbagai bentuk dan media,” ujar Beny.
Beny menekankan pentingnya transformasi dari mitos menjadi etos, dari filosofi menjadi praksis dalam upaya melestarikan dan memberdayakan budaya. Tanpa upaya transformasi, budaya akan mengalami kemunduran dan akhirnya hilang dari peradaban.
Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jenderal TNI Joko Purnomo, merasa bangga dengan pencatatan rekor Muri ini. Ia memberikan dukungan penuh pada kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan batik sebagai warisan dunia.
“Kami mengirimkan 1.001 prajurit dalam acara ini untuk mendukung pencatatan rekor Muri. Kami bertekad memperkuat posisi batik sebagai kekayaan bangsa dan menyosialisasikannya kepada masyarakat,” ujar Brigjen Joko Purnomo. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







