Gema Maulid 14 Malam, Sebagai Penutup Paman Birin Hadirkan Guru Tungkal dan Qori KH Muammar ZA
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Ribuan jamaah menghadiri Gema Maulid hari ke-14 yang merupakan hari terakhir digelar di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jumat (29/9/2023) malam. Digelar sejak 16 September hingga 29 September 2023.
Gelaran keagamaan bertajuk Gema Maulid 14 Malam 1445 Hijriah pada malam ke-14 ini, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menghadirkan penceramah KH Fakhruddin dari Kuala Tungkal Jambi atau biasa disapa Guru Tungkal serta Qori Internasional, KH Muammar ZA.
Setelah mendengarkan lantunan maulid Habsyi dari Martapura, peringatan maulid dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas PUPR, Ahmad Solhan dalam sambutannya menyampiakan bahwa, setelah berbagai musibah terjadi di banua, sekarang kembali diuji dengan musibah kemarau yang cukup panjang, dimana dampaknya dapat dirasakan hingga sekarang.
Seperti kebakaran hutan dan lahan, yang berakibat pada terjadinya kabut asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Selain itu, sebagian masyarakat Kalsel juga mengalami krisis air bersih.
"Berbagai musibah yang diberikan kepada kita, mengingatkan kita semua, untuk lebih bersyukur, atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, baik itu berupa rezeki, kesehatan, dan berbagai kenikmatan hidup lainnya," katanya.
Lanjutnya, banyak bentuk rasa syukur yang dapat dilakukan, seperti berbagi maupun membantu saudara-saudara yang sedang membutuhkan bantuan.
Bersyukur dengan senantiasa menjaga dan merawat lingkungan, serta tidak merusaknya, yang dapat berakibat buruk bagi kita semua.
Melalui peringatan Maulid ini Paman Birin mengajak kepada semua jemaah, bersama-sama alim ulama, bermunajad, berdoa kepada Allah SWT, untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bumi kita.
"Kami juga memohon doa, agar kami dapat terus diberikan kesehatan dan kemudahan, dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, serta membantu masyarakat yang sedang ditimpa musibah kekeringan dan krisis air bersih," ujarnya.
Paman Birin berharap, melalui peringatan Maulid ini, dapat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dapat menyegarkan kembali keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan senantiasa mengingat sejarah perjuangan dan terus berupaya menghidupkan dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Tungkal Jambi dalam tausiyahnya menyampaikan kecerdasan dan kejeniusan Imam Syafi’i sudah tampak sejak kecil. Diusia 7 tahun, Imam Syafi’i sudah dapat menghafal Alquran. Kemudian diusia 10 tahun, ia hafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik dan diusia 15 tahun ia sudah mampu berfatwa memenuhi permintaan para ulama lain dan siapa saja yang membutuhkan.
Guru Tungkal juga menyebut, amalan masuk surga menurut Imam Syafi’i diantaranya meagungkan kelahiran Rasulullah SAW, mengerjakan perintah Allah dengan ikhlas dan semua kebaikan walaupun tidak wajib.
Guru Tungkal juga menyampaikan pesan agar hidup tenang, yaitu dengan tidak memikirkan apa yang tidak perlu dipikirkan, mengejar kehidupan dunia, ingat sangat berbahaya karena jika terlalu mengejar dunia maka akan semakin jauh dengan Allah SWT.
Selain itu, agar hidup tenang juga jangan suka untuk menyusahkan orang lain. Jangan mangalihi urang, nyaman tu hidup," ujarnya yang disambut tepuk tangan dan tawa oleh para jemaah.
Selepas tausiah Guru Tungkal, jamaah pun mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Qori kH Muammar ZA.
Turut hadir dalam peringatan maulid ini, Ketua DPRD Provinsi Kalsel. H. Supian, HK, perwakilan pimpinan Forkopimda Kalsel, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (adpim)
Baca Juga : 3 Wilayah Kalsel Paling Berpotensi Karhutla, Banjarbaru Termasuk
Editor : Hasby