Kemarau Kalsel Lebih Kering Dibanding 3 Tahun Terakhir, BMKG Ingatkan Warga Bijak Gunakan Air

“Ini ditambah juga dengan kondisi lautan di daerah Dipole Mode atau Barat Sumatera hingga Pantai Timur Afrika yang juga dingin hingga netral, akibatnya wilayah Indonesia secara umum menghangat tidak terkecuali wilayah Kalsel waktu itu,” lanjutnya.

Sedangkan Tahun 2023 ini, Kepala Staklim Kalsel ini menyebutkan jika kemarau di Kalsel sudah terjadi sejak pertengahan Mei lalu dan meski memang masih ada hujan yang cukup terjadi di beberapa daerah.

“Namun, sejak pertengahan Juli 2023 dari pantauan data BMKG Kalsel didapatkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kalsel curah hujannya rendah, artinya curah hujan rendah sudah terjadi selama lima dasarian atau minimal kita mengalaminya sudah 50 hari hingga hari ini,” terang Goeroeh Tjiptanto.

Maka, dengan dengan kondisi curah hujan yang rendah bahkan sangat rendah saat ini, kepada seluruh pihak termasuk masyarakat luas kiranya dapat menyikapi kemarau lebih bijak lagi.

“Mari kita bijak dalam penggunaan air serta perlunya kewaspadaan bagi masyarakat dalam kegiatan kesehariannya, termasuk juga yang berhubungan dengan api seperti membuang puntung rokok saat memancing, membersihkan lahan, membakar sampah dan lainnya agar lebih diperhatikan,” harapnya. (ernawati)

Editor: Erna Djedi