Hingga Juni 2023, Penderita Kanker Serviks di Kota Banjarmasin Capai 69 Kasus

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Penderita kanker serviks atau kanker leher rahim di wilayah Kota Banjarmasin pada tahun 2022 berjumlah 132 kasus.

Hingga Juni 2023, sudah mencapai 69 kasus. Dari data tersebut 80 persen penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut dan 94 persen pasien dari kasus tersebut meninggal dunia dalam 2 tahun.

Artinya ada 50 kasus kanker serviks yang terdeteksi setiap hari dengan lebih dari dua kematian setiap jam.

Di Indonesia terdapat sekitar 36.633 kasus baru serta 21.003 kematian akibat kanker serviks pada 2020. Kondisi tersebut menjadi ironi, sebab, kanker serviks dapat dicegah dan dideteksi sejak dini.

Baca Juga

Tabrakan Mobil vs Sepeda Motor di Tikungan S Puntik

Vaksinasi HPV menjadi cara yang efektif untuk mencegah terjadinya infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang bisa menyebabkan kanker serviks.

Sementara deteksi kanker serviks juga bisa dilakukan dengan beberapa pilihan pemeriksaan, seperti pemeriksaan IVA (inspeksi visual asam asetat), pap smear, dan pemeriksaan HPV DNA.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia Kota Banjarmasin dan PT. Bio Farma Indonesia menggelar sosialisasi deteksi dini kanker serviks dengan metode HPV DNA Sampel Urine dan pentingnya imunisasi HPV.