“Karena ketika kita menjadi UNESCO Global Geopark, kita adalah bagian dari jejaring dunia dan tentu ini semakin mentasbihkan Kalimantan Selatan sebagai Kalsel Babusalam, pintu keselamatan untuk semua umat,” ucap Hanifah.
Dijelaskannya, ada beberapa catatan penting yang perlu ditindaklanjuti dari hasil evaluasi kemarin. Pihaknya akan segera untuk memenuhi semua rencana aksi untuk standar UNESCO dari sisi visibilitas, aksebilitas dan juga fasilitas.
“Tentu ini perlu kerja sama antar pihak baik Pemprov, Pemda, Akademisi, Komunitas dan juga dari pihak swasta,” tambah Hanifah.
Hal lain yang menjadi penting menurut Hanifah yaitu membangun ekonomi inklusif dilevel tapak juga meningkatkan kapasitas masyarakat baik Pokdarwis, Bumdes dan bahkan pemerintah di level tapak. (MC Kalsel)
Editor Restu







