Jelang MTQ ke 37 Kalsel, Kabupaten Banjar Incar Juara Umum Keempat di Batola
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Kabupaten Banjar membidik gelar juara umum untuk keempat kalinya secara beruntun pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-37 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan digelar di Kabupaten Barito Kuala pada 18 hingga 26 Juni 2026.
Target tersebut dibawa setelah Kabupaten Banjar berhasil mendominasi gelaran MTQ dalam tiga tahun terakhir.
Untuk mempertahankan catatan tersebut, Kabupaten Banjar menyiapkan kafilah yang akan berlaga di seluruh cabang musabaqah yang dipertandingkan.
Sekretaris II LPTQ Kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuani, mengatakan total kafilah yang diberangkatkan berjumlah 106 orang.
”Sebanyak 61 orang merupakan peserta musabaqah, sedangkan 45 orang lainnya terdiri dari pimpinan kafilah, ofisial dan pelatih,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Nisfuani, Kabupaten Banjar mengikuti seluruh cabang musabaqah yang diperlombakan pada MTQ tingkat provinsi tahun ini.
Karena itu, persiapan terus dimatangkan agar prestasi yang diraih dalam tiga tahun terakhir dapat kembali dipertahankan.
”Harapan kita tentu prestasi yang sudah diraih selama tiga tahun berturut-turut ini dapat kita raih kembali. Mudah-mudahan Kabupaten Banjar tetap bisa mempertahankan gelar juara umum tersebut,” katanya.
Sejumlah peserta andalan yang sebelumnya turut membawa Kabupaten Banjar meraih gelar juara umum juga kembali diturunkan pada MTQ tahun ini.
”Insyaallah masih ada peserta unggulan yang kembali tampil, seperti Hajah Raudah dan Ramadan Najwa,” ujarnya.
Meski masih mengandalkan sejumlah peserta berpengalaman, Kabupaten Banjar juga memberi ruang bagi peserta baru dalam kafilah tahun ini.
”Dari 61 peserta itu mungkin ada sekitar 10 sampai 15 orang yang baru,” kata Nisfuani.
BACA JUGA: Persiapan MTQ Kabupaten Banjar di Gambut Capai 90%, Jumat Sore Pawai Taa'ruf
BACA JUGA: Persiapan Menjelang MTQ Kabupaten Banjar di Kecamatan Matraman, 597 Peserta Bakal Berlomba
Menurutnya, pergantian peserta menjadi hal yang wajar karena sejumlah cabang musabaqah memiliki batasan usia tertentu.
”Khususnya cabang tartil, anak dan 1 juz, usianya terbatas. Jadi, otomatis setiap tahun pasti ada pergantian peserta,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, LPTQ Kabupaten Banjar juga akan menggelar training center bagi seluruh peserta sebelum keberangkatan ke Barito Kuala.