Hal ini disebabkan karena lycopene dalam tomat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan memacu fungsi kekebalan tubuh.
“Lycopene, bersama dengan antioksidan lain dalam tomat, bekerja secara sinergis untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas,” kata Jennifer Christman, RDN, selaku direktur nutrisi klinis di situs Optavia.
Perlu diingat, radikal bebas merupakan senyawa yang dikaitkan dengan penyakit dan penuaan, karena itulah tomat berperan penting dalam pencegahan kanker.
Christman menambahkan, produk olahan dengan tomat pekat seperti pasta tomat, memiliki kandungan lycopene yang sedikit lebih tinggi, namun itu tidak berarti kita harus menghindari tomat segar, karena kandungan lycopene di dalamnya tak kalah melimpah.
Menyehatkan Mata
Studi yang ditemukan di Mediators of Inflammation juga menemukan bahwa tomat mengandung karotenoid lutein dan zeaxanthin, yang dapat membantu menjaga kesehatan mata serta mencegah degenerasi makula terkait usia dan katarak.
Vitamin A dalam tomat juga tak kalah penting untuk kesehatan mata, dapat mengurangi risiko degenerasi makula, serta membantu mencegah rabun senja.
Menghidrasi Tubuh
Menurut Chief Nutrition Officer di GNC, Rachel Jones, RDN, tomat terdiri dari 94 persen air, membuatnya sangat menghidrasi.
Selain itu, National Institutes of Health (NIH) juga menemukan bahwa tomat mengandung kalium dengan jumlah cukup tinggi, yaitu sekitar 292 miligram per satu tomat ukuran medium, yang membantu menghidrasi dengan mempertahankan volume cairan intraseluler.







