Beredar Undangan Haul Ke-258 Datu Sanggul Tapin, Catat Tanggal dan Waktunya

Salah satu riwayat menceritakan, hal tersebut karena ketekunannya dalam dalam menaati perintah gurunya di dalam khalwat khusus yang sama artinya dengan ‘menyanggul’ atau menunggu (turunnya) ilmu dari Allah SWT

Ada juga yang mengatakan ia sering menyanggul (bahasa lokal) atau menghadang pasukan tentara Belanda di perbatasan Kampung Muning, sehingga tentara Belanda pun kocar-kacir dibuatnya.

Versi lainnya lagi menyebutkan, gelar Datu Sanggul itu karena kegemaran dia menyanggul (menunggu) binatang buruan.

Ada juga yang mengatakan rambutnya yang panjang dan selalu disanggul (digelung).

Ketulusan hatinya dalam melaksanakan ibadah, dan ketaqwaannya dalam menegakkan kalimat-kalimat Allah, serta keramat yang diberikan Allah kepadanya, membuat ia tesrkenal sampai ke pelosok negeri.

Satu hal yang amat tergambar dalam sosok Datu Sanggul, adalah ketekunannya dalam menuntut dan menyempurnakan ilmu.

Datu Sanggul sangat terkenal pula dengan syair-syairnya yang begitu puitis dan penuh makna.

Salah satu syair yang sangat terkenal adalah syair pantun “Saraba Ampat” (Serba Empat).

Syair tersebut berbahasa Banjar yang sarat dengan pelajaran tasawuf. (edj)

Editor: Erna Djedi