Jualan Kulit Ketupat, Hermawati Bisa Raup Cuan Hingga Rp 1,5 Juta

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kampung Ketupat di Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin terkenal dengan dagangan urung atau kulit ketupat, lontong serta lidi.

Jika menyusuri jalan tersebut, pengunjung akan dimanjakan oleh pemadangan jejeran warung yang menjual kulit ketupat dan ketupatnya.

Ini memang sudah menjadi sumber penghasilan mereka sejak dulu.

Tentu saja, dengan menjual kulit ketupat ini bisa menjadi ladang cuan bagi mereka.

Di waktu-waktu tertentu seperti bulan puasa dan menjelang lebaran, biasanya omset mereka akan meningkat.

Namun, menjelang diresmikannya Wisata Kampung Ketupat oleh Pemerintah Kota Banjarmasin pada 14 Juli 2023 nanti, bagaimanakah omset para pedagangnya kini?

Seorang penjual ketupat dan lontong di sana, Anwar mengatakan penjualannya kini tak terlalu ramai, baik menjelang hari raya atau tidak.

“Selama sebulan ini masih sepi penjualan dan omset menurun baik pasca Iduladha,” ujar Anwar.

Seorang pedagang urung atau kulit ketupat di Kampung Ketupat, Jalan Sungai Baru, Banjarmasin, Kamis (6/7/2023). Foto: wartabanjar.com/Raudah

Ia menduga hal itu dikarenakan harga beras yang merupakan bahan utama ketupat dan lontong semakin naik, sehingga berpengaruh kepada dagangannya.

Ia menjual lontong Rp 2.500 per biji dan ketupat Rp.3.000 sebiji.

Berbeda dengan penjual urung atau kulit Ketupat di kampung itu, Hermawati yang kini jualannya ramai.

Tiap minggu, dagangannya selalu ramai peminatnya.

Ia bahkan memiliki 5 pelanggan.

“Alhamdulillah ramai pesanan, seperti hari ini ada pesanan orang Veteran 200 urung ketupat dan waktu Iduladha pendapatan bersihnya Rp.1,5 juta,” ujarnya.

Dalam sehari, ia bisa membuat 150 urung ketupat sesuai pesanan pelanggan.

Baca Juga :   Viral Remaja Tawuran Bawa Sajam di Kayutangi

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca