Jualan Kulit Ketupat, Hermawati Bisa Raup Cuan Hingga Rp 1,5 Juta

Berbeda dengan penjual urung atau kulit Ketupat di kampung itu, Hermawati yang kini jualannya ramai.

Tiap minggu, dagangannya selalu ramai peminatnya.

Ia bahkan memiliki 5 pelanggan.

“Alhamdulillah ramai pesanan, seperti hari ini ada pesanan orang Veteran 200 urung ketupat dan waktu Iduladha pendapatan bersihnya Rp.1,5 juta,” ujarnya.

Dalam sehari, ia bisa membuat 150 urung ketupat sesuai pesanan pelanggan.

Harganya berbeda-beda sesuai dengan ukurannya, misalnya urung ketupat kecil dijual Rp. 3.000 hingga Rp 4 ribu isi 10 biji.

“Sedangkan yang besar Rp 6.000 hingga Ro 8.000, isi 10. Tusuk satenya atau lidi Rp 10.000 isi 250 bilah,” sambungnya.

Bahan urung ketupat buatan Hernawati ini dari pucuk daun nipah yang diambil dari Lupak, Kabupaten Kapuas.

Pucuk nipah itu kemudian dianyamnya bersama dua anaknya yang sudah dari kecil membantunya membuat urung atau kulit ketupat tersebut.

Ia mengaku setiap minggu masih ada peminatnya apalagi warga yang kadang punya acara seperti kondangan atau pesta perkawinan pasti mereka memesan ke tempatnya. (rdh)

Editor: Yayu