
“Suhu Arafah siang itu tembus 46 derajat. Meski sering shooting di Pantai Selatan, tetap tidak tertandingi panasnya. Tali sendal jepit bisa lepas kalo dibiarkan diluar tenda ( sendal murah pasti ). Anehnya, meski panas ngenthang-ngenthang, tidak ada keringat mengucur. Juga hasrat buru-buru mandi kayak biasanya pas shooting. Tidak ada juga aroma asyem ketiak kuli. Padahal haram menggunakan parfum di waktu itu. Masha Allah!!” katanya lagi.
Memanfaatkan kesempatan di Arafah, dia tentunya lebih banyak diam dan berdoa, memohon segala kebaikan untuk keluarganya seperti anak-anaknya dan meminta ampun untuk dirinya.
“Ditanah Arafah, bawaanya pengen diem aja. Berdoa. Meminta apapun kepada Allah. Terutama kesehatan buat anak-anak. Bhumi, Kana, Kala, Kaba, Bhre juga di bontot Kama,” sambungnya.
“Waktu berdoa juga disunnahkan selepas Dhuhur dan berhenti saat matahari tergelincir. Di moment akhir waktu, Hati saya mendadak gundah. Apalagi saat melihat Matahari udah menukik ke bukit. Ah, rasanya masih kurang untuk meminta. Pengen diulang lagi. Lagi dan lagi. Tapi tak mungkin,” lanjutnya.
“Saat Matahari bener2 lenyap dibalik bukit, mata langsung basah. Rasanya nyesek banget. Barangkali perasaan itu yang membuat kita pengen balik lagi kemari. Ya, Arafah…
Kau memang tempat memantik rindu. Rasanya pengen segera nyari rejeki buat kemari lagi. Syukur bisa membawa anak-anak. Agar bisa dipertemukan lagi pada senjamu yang manis. Seperti dahulu kau pertemukan Adam pada kekasih hatinya yang cantik,” tutupnya.
Unggahannya ini kemudian dikomentari oleh banyak netizen yang mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji untuknya dan istrinya. (brs)
Editor: Yayu






