“Artinya, sudah lama kita sudah bertahun-tahun bahwa kita memang tidak selalu berbeda, tapi ada perbedaan,” ucapnya.
Menurut Ma’ruf, perbedaan terjadi karena metode yang digunakan Pemerintah dan Muhammadiyah berbeda. Pemerintah menggabungkan metode hisab dan rukyat.
“Di mana perbedaan terjadi, kalau tinggi hilal kurang dari 2 derajat, itu pasti beda, karena beda kriteria. Tapi kalau di atas dua derajat, itu pasti sama,” tuturnya. (edj/rls)
Editor: Erna Djedi







