Saat ini disampaikan Suparmi, penyumbang ekspor terbesar adalah komuditas kelapa sawit, di nomor dua adalah karet dan yang terkecil yaitu daun sena.
Kemudian, Suparmi menjelaskan, derdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, komuditas ekspor perkebunan antara lain karet berupa karet lempengan, kelapa sawit berupa Palm Kernel Expeller, Palm Kernel Meal, RBD Palm Ollein dan RBD Palm Stearin serta Daun Sena (Daun Gulinggang) dengan nilai ekspor komuditas perkebunan sampai dengan Mei 2023 mencapai Rp4.026.679.506.600,00 naik 80,50 persen dibanding Nilai Ekspor Perkebunan pada Mei 2022 sebesar Rp2.229.552.308.658,00 dengan volume sebesar 347.839,13 ton mengalami peningkatan sebesar 123,52 persen dibanding volume ekspor perkebunan pada Mei 2022 sebesar 155.614,10 ton.
“Sedangkan komuditas ekspor peternakan adalah Sarang Burung Walet (SBW) dengan nilai ekspor sebesar Rp18.585.375.000,00 mengalami kenaikan signifikan sebesar 322,08 persen dibanding pada Mei 2022 sebesar Rp4.403.228.000,00 dengan volume sebesar 747,5 ton naik 174,81 persen dibanding volume ekspor SBW pada Mei 2022 sebesar 272 ton,” jelas Suparmi.
Pemprov Kalsel sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akan terus mengembangkan inovasi dan strategi peningkatan ekspor komuditas perkebunan dan peternakan dan untuk itu diperlukan peran serta semua pihak yang terkait dengan pengembangan perkebunan dan peternakan di Kalsel. (MC Kalsel)
Editor Restu







