WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Malam ini akan terjadi lagi gerhana bulan atau khusuful qamar yaitu Gerhana Bulan Penumbra, tepatnya dari Jumat (5/5/2023) pukul 22.12.09 WIB hingga besok Sabtu (6/5/2023) dini hari pukul 02.33.36 WIB.
Puncaknya akan terjadi pada pukul 00.22.52 WIB.
Dalam Islam, saat gerhana ada tata cara ibadahnya yaitu salat gerhana bulan saat terjadi gerhana bulan dan salat gerhana matahari saat terjadi gerhana matahari.
Untuk Gerhana Bulan Penumbra nanti malam, tentunya salat yang dikerjakan adalah salat gerhana bulan.
Begini tata cara salat gerhana bulan atau sholatul khusuf menurut ajaran Islam.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan:
a. Berniat di dalam hati;
b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;
e. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
g. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
h. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
k. Salam.
Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.
Baca Juga: Peneliti Peringatkan Potensi La Nina Modoki, Kemarau Basah
Apa itu Gerhana Bulan Penumbra?
Terkait Gerhana Bulan Penumbra ini, Plt Deputi Bidang Geofisika BMKG, Suko Prayitno Adi menjelaskan, pada saat tersebut bulan akan terlihat redup.





