Gubernur Kalsel: Lahan Gambut Jadi Prioritas Utama Siaga Karhutla

WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Berdasarkan catatan Karhutla oleh Pemprov Kalsel Tahun 2021, ada sebanyak 12 kabupaten yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Untuk saat ini, belum ditemukan titik api yang signifikan sehingga Kalsel masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Mengingat hal tersebut, Pemprov Kalsel kemudian mengevaluasi dan mencari cara bagaimana penanggulangan yang cepat dan tepat terhadap bencana yang memiliki dampak terhadap kepada masyarakat luas, khususnya di daerah lahan basah.

Pihaknya berkoordinasi dan bermusyawarah bersama forkopimda dan pihak terkait lainnya tentang penanggulangan kebakaran di lahan basah.

Setelah bermusyawarah, Pemprov Kalsel memutuskan untuk tetap mengalirkan air ke daerah-daerah berlahan basah yang menjadi titik rawan seperti area bandar udara.

Pada kesempatan ini, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melakukan pembukaan pintu air irigasi kawasan Desa Cindai Alus secara simbolis, Rabu (3/5/2023) agar air tetap mengalir.

Selain itu juga guna mempermudah penanggulangan bencana karhutla khususnya di lahan basah.

Lahan basah ini jadi salah satu fokus kita. Karena di lahan ini api itu bisa tidak kelihatan. Bisa saja di atasnya tidak ada api tapi di bawahnya membara, itu berbahaya. Saat ini yang jelas kita harus bergerak cepat, temu cepat, atasi cepat,” tegas Sahbirin Noor. (nuy)

Editor: Yayu

Baca Juga: Data Resmi BPBD Kebakaran Kampung Gadang: 5 Bedakan 35 Pintu Hangus, Lebih 100 Jiwa Terdampak

Baca Juga :   Wanita 34 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Martapura, Punya Riwayat Epilepsi

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca