WARTABANJAR.COM, RIYADH – Dua kapal yang membawa warga negara Saudi dan warga negara lain yang diselamatkan dari perang Sudan tiba Sabtu di Jeddah, kata televisi negara Saudi, dalam evakuasi warga sipil pertama yang diumumkan sejak pertempuran di sana dimulai.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengonfirmasi bahwa 91 warga negara dan 66 warga negara lainnya dari Kuwait, Qatar, UEA, Mesir, Tunisia, Pakistan, India, Bulgaria, Bangladesh, Kanada, Burkina Faso, dan Filipina telah dievakuasi.
Ditambahkan bahwa para diplomat dan pejabat internasional termasuk di antara mereka yang tiba dalam operasi evakuasi yang dilakukan oleh Angkatan Laut Kerajaan Saudi dengan dukungan berbagai cabang angkatan bersenjata.
“Kerajaan bekerja untuk menyediakan semua kebutuhan dasar warga negara asing dalam persiapan keberangkatan mereka ke negara mereka,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
“Kapal evakuasi pertama dari Sudan telah tiba, membawa 50 warga (Saudi) dan sejumlah warga negara dari negara sahabat,” kata televisi resmi Al-Ekhbariyah.
Baca juga: Mudik Selesai, Pertamina Siapkan BBM untuk Arus Balik
Al-Ekhbariyah membawa rekaman kapal besar yang tiba di pelabuhan Jeddah. Itu juga merilis video yang menunjukkan wanita dan anak-anak membawa bendera Saudi di salah satu kapal.
Mereka yang telah tiba di Jeddah termasuk awak pesawat penumpang Saudi yang terkena tembakan saat bersiap lepas landas dari Khartoum pada awal pertempuran pada 15 April, menurut TV pemerintah Saudi.
Konvoi kendaraan membawa para pengungsi ke Port Sudan dari mana mereka naik kapal ke Jeddah, menurut penyiar Saudi.
Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Al-Khuraiji menerima gelombang pertama warga negara dan warga negara asing, setibanya mereka hari ini di Pangkalan Angkatan Laut Raja Faisal di Armada Barat di Jeddah di atas kapal Yang Mulia Raja Jubail.
Ia mengatakan perjalanannya panjang, mulai dari Khartoum, melewati sejumlah wilayah di Sudan hingga mencapai Port Sudan, dan dilakukan bekerjasama dengan lembaga pemerintah di Kerajaan, memuji peran Kementerian Pertahanan yang mengimplementasikan rencana tersebut.
“Kita semua merayakan kembalinya putra-putri kita dan putra-putra negara persaudaraan dan sahabat ke Kerajaan Arab Saudi, yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri,” ujarnya.
Mereka yang dievakuasi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah Saudi dan otoritas terkait di Kerajaan atas upaya mereka mengamankan transportasi mereka dan memfasilitasi prosedur kedatangan mereka ke Kerajaan.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Kerajaan mengumumkan bahwa Arab Saudi akan mulai mengatur evakuasi warga negaranya dan beberapa warga negara dari negara-negara “persaudaraan dan sahabat” lainnya dari Sudan ketika bentrokan meningkat meskipun ada gencatan senjata Idul Fitri.







