WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Peluang usaha depot air minum isi ulang tetap legit. Terlebih konsumen ingin sesuatu yang serba praktis dan cepat, sehingga dalam hal ini mereka akan lebih memilih membeli air yang siap diminum ketimbang harus menampung air dan merebusnya sendiri, belum lagi harus menunggu sampai air tersebut dingin untuk bisa diminum.
Pantauan wartabanjar.com, air minum dalam kemasan galon dengan merk yang sudah ternama harganya kisaran Rp 17 ribu. Kehadiran depot air minum isi ulang sebagai alternatif baru dalam mengonsumsi air untuk sehari-hari.
Usaha air minum isi ulang pun kini tak hanya di perkotaan saja, namun juga sudah menyebar ke daerah pinggiran kota.
Walaupun usaha ini sudah mulai banyak pelakunya, namun peluangnya masih tetap menjanjikan, terlebih lagi jika lokasinya strategis dan didukung dengan kualitas air minum yang selalu terjaga, serta upaya manajemen usaha dan promosi yang dilakukan dengan baik sehingga bisa tetap berkembang di tengah persaingan.
Bagi para pemula yang ingin merintis usaha ini dengan memiliki modal yang tak terlalu besar sudah bisa menjalankannya.
Karyawan toko Distributor usaha air minum isi ulang Omega Berlian yang beralamat jalan Kinibalu Banjarmasin, Fitri dan Ufik mengatakan, beberapa jenis paket yang ditawarkan untuk usaha ini bervariasi dari paket isi ulang Rp 17 juta sampai dengan harga Rp 45 juta.
“Tinggal konsumen saja yang memilih, untuk harga dijamin sudah bersaing dan kualitas barang,” katanya.
Dia juga menjelaskan, seorang pemilik usaha air minum isi ulang bisa mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Jika dihitung secara kasar, dengan menjual sekitar 50 galon per hari, omset per bulan bisa mencapai jutaan rupiah.
Karyawan ini juga menjelaskan, pihaknyat tidak menawarkan konsep menjual dengan sistem isi ulang RO (Reverse Osmosis), selain karena berbiaya mahal, pemakaian listrik lumayan besar juga perawatannya agak mahal.
“Jadi segmen pasar kami mencoba untuk menjual usaha ini yang banyak dipakai oleh para pemula usaha yang bermodal sedang,” ungkapnya.







