Permukiman Pendatang di Saudi Jadi Pilihan Jemaah Umrah Saat Ramadhan

WARTABANJAR.COM, MAKKAH – Peziarah dari seluruh dunia tiba di Makkah untuk melakukan umrah selama Ramadhan, dengan banyak yang tinggal di lingkungan yang dikenal menampung orang-orang dari negara asal mereka.

Ahmed Saleh Halabi, penasihat layanan haji dan umrah, mengatakan: “Jumlah jamaah haji dan umrah yang kita saksikan hari ini lebih tinggi dari sebelumnya.

“Menyediakan beberapa layanan, seperti makanan serta pekerja yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah haji dan umrah, menarik jemaah untuk tinggal di wilayah tersebut.

“Jika jemaah menemukan pedagang grosir, tukang roti, dan tukang cukur dari negara asal mereka, maka unit perumahan akan mendapatkan keuntungan terbesar,” tambahnya dilansir Arab News.

Peziarah biasanya membagi diri mereka di seluruh kota tergantung pada negara asal mereka.

Baca juga: Lebih Seratusan WNI di Tahan di Tawau Dipulangkan, Berasal dari 7 Provinsi Ini

Menyediakan beberapa layanan, seperti makanan serta pekerja yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah haji dan umrah, menarik jemaah untuk tinggal di wilayah tersebut.

Selama puluhan tahun, jemaah haji Arab menetap di daerah dekat Masjidil Haram di Makkah, antara lain Ajyad, Al-Shamiyah dan Misfalah, yaitu di gang Al-Bukhari dan Al-Saqifah.

“Dulu jamaah haji dan umrah Turki bertempat tinggal di Al-Masafi dan Bir Balila di Ajyad, sedangkan sebagian bertempat tinggal di Misfalah, yakni di kawasan antara Hotel Palestina dan Misfalah Municipality,” kata Halabi.