Lebih lanjut, orang nomor 1 di Kota Banjarbaru ini berharap, pasar wadai yang dibalut dengan Ramadhan Fair ini, menghasilkan perputaran ekonomi yang berjalan dengan baik.
“Ramadhan sebagai wisata kulinernya ini diatas 70%, 30% baru boleh diluar makanan, minuman khas lokal,” tuturnya.
Setelah melaksanakan pembukaan pasar wadai yang juga dirangkai dengan penyerahan sepeda dan sembako kepada masyarakat disabilitas, Aditya bersama Wartono, Said Abdullah, serta Forkopimda Kota Banjarbaru, berkeliling pasar wadai untuk membeli berbagai macam takjil yang telah dipadati pengunjung. (edj/mc)
Editor: Erna Djedi







