WARTABANJAR.COM, PAPUA – Polri melalui Polda Papua mendalami kasus kematian dr Mawartih Susanty di rumah dinasnya, di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan Polda Papua telah melakukan enam kali Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 28 saksi untuk menemukan titik terang dalam kasus kematian dr. Mawar.
“Saat ini Polda papua sudah melakukan olah TKP sebanyak 6 kali, dan melakukan pemeriksaan terhadap 28 saksi diambil keterangannya,” ungkap Ramadhan kepada wartawan, Kamis (16/3/2023).
“Kemudian tentu penyidik sudah mengumpulkan bukti-bukt, salah satunya rekaman kamera pengawas atau CCTV,” sambungnya.
Ramadhan menambahkan, saat ini penyidik tengah menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik. Nantinya penyidik bisa mengambil kesimpulan secara menyeluruh terkait tewasnya satu-satunya dokter spesialis paru di Indonesia timur tersebut.
Sementara Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut jasad dr Mawar pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial M (32), yang merupakan seorang perawat dan sopir korban. Saat itu, saksi hendak menjemput korban untuk diantar ke Apotik Pelita dalam rangka praktik.






