“Ini semakin menandakan bahwa pemotongan/penyesuaian gaji tidak dapat sepihak, harus ada kesepakatan kedua belah pihak,” imbuhnya.
Perselisihan Simic dengan Persija bermula sejak sang pemain mengakhiri kontrak dengan klub pada April tahun lalu.
Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Simic memutus kontrak sepihak karena gajinya tak dibayarkan Persija selama satu tahun.
“Dengan berat hati, saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun,” tulis Simic saat itu.
Persija Jakarta kemudian mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim Simic bahwa klub belum membayarkan gaji Simic selama satu tahun.
Merasa pernyataan Persija tak sesuai kenyataan, Simic melaporkan permasalahan ini ke FIFA dan putusan induk sepak bola internasional pun memihak kepadanya.
Berdasarkan keputusan FIFA pada poin 106, Persija Jakarta harus memenuhi pembayaran kepada Marko Simic sebesar 843.014 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 13 miliar) ditambah Rp458.333.333.
Jika ditotal, Persija Jakarta berkewajiban membayar uang kepada Marko Simic sekitar Rp 13,4 miliar.
Persija Jakarta mempunyai tenggat waktu selama 45 hari untuk membayar uang ke Marko Simic.
Jika tidak bisa membayar sesuai jangka waktu yang ditetapkan, Persija bakal mendapatkan sanksi berat dari FIFA.
Hukuman itu berupa larangan mendaftarkan pemain baru, baik lokal maupun asing, selama selama tiga periode pedaftaran secara berturut-turut.
Konsekuensi kedua adalah jika dalam tiga periode pendaftaran pemain Persija belum membayar seluruh kewajibannya secara penuh, masalah ini akan dibawa ke Komite Disiplin FIFA.
Sengketa tersebut bisa dibahas di Komite Disiplin FIFA jika Simic mengajukan permintaan resmi setelah dalam periode yang ditentukan Persija tak bisa membayar nilai tersebut. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







