Pihaknya memperingatkan potensi bahaya saat ini dari kejadian tersebut adalah berupa guguran lava dan awan panas guguran pada Kali Woro sejauh 3 km dari puncak, Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak, Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak, Kali Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh 7 km dari puncak.
“Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau warga agar waspada terhadap bahaya lahar gunung tersebut karena saat ini sedang musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Hal itu dikarenakan kawasan puncak Merapi juga dilanda hujan sehingga dikhawatirkan laharnya turun mengalir ke perkampungan warga.
Berdasarkan hasil Survei Tim Drone Badan Geologi pasca kejadian awan panas guguran pada 11-12 Maret 2023, Gunung Merapi meluncurkan awan panas ke arah Kali Bebeng.
Hingga hari ini, Senin (13/3/2023), tercatat ada 60 kejadian awan panas guguran di Gunung Merapi. (brs)
Editor: Yayu
Baca Juga: FAKTA Penganiayaan di Kandangan HSS, Melihat Ibu Dilukai, Sang Anak Bergumul dengan Pelaku






